Sejarah popok ini hampir setua peradaban umat manusia. Tentu saja,
karena persoalan ngompol yang menjadi sebab penciptaan diaper sudah ada
sejak dulu kala. Pangkal persoalannya tetap sama dari masa ke masa;
Pencegahan air seni dan tinja dari anak yang belum terlatih menggunakan
kamar kecil, agar tidak tercecer ke sembarang tempat.
Ibu-ibu di zaman purba menggunakan kulit binatang, dedaunan, dan
bahan-bahan lainnya sebagai popok untuk anak mereka. Variasi model dan
aksesoris yang mereka gunakan sangat beragam, sesuai dengan budaya dan
sumber daya alam yang tersedia di tempat mereka. Sebagai contoh; ibu-ibu
suku Innuit, sebuah sub-suku Eskimo, mengumpulkan lumut selama musim
panas mereka yang singkat, lalu meletakkannya di dalam kulit anjing laut
yang mereka gunakan untuk membungkus bayi mereka.
Abad ke-19
Pada abad ke-19, popok modern mulai terbentuk dan ibu di banyak bagian
dunia menggunakan bahan katun, dengan pengancing untuk mengencangkan
popok di badan si anak. Popok kain yang pertama diproduksi massal di
Amerika Serikat pada tahun 1887 oleh Maria Allen. Di Inggris popok
terbuat dari kain handuk, dan seringkali disertai lapisan dalam yang
terbuat dari kain kasa yang lembut.
Abad ke-20
Awal abad ke-20, popok kain bisa dianggap sebagai satu-satunya pilihan.
Bahkan pada saat Perang Dunia II tengah berkecamuk, sebuah bisnis baru
tumbuh dengan suburnya di berbagai negeri, yaitu bisnis pencucian popok!
Tak perlu heran, karena banyak wanita di masa itu terjun ke dunia
industri sebagai pekerja di pabrik-pabrik pembuat alat-alat perang.
Bisnis ini sangat diminati karena banyak para ibu yang menyatakan
‘perang’ terhadap kegiatan mencuci popok! ^_^
Setelah PD II usai, ‘peperangan’ yang dikobarkan para ibu terhadap
pencucian popok justru semakin sengit. Hal ini memicu lahirnya popok
sekali pakai. Kelahiran popok sekali pakai ini mengalami proses evolusi
yang cukup panjang. Ia lahir berkat penemuan beberapa orang di belahan
benua yang berbeda.
Memasuki dekade 50-an, industri popok sekali pakai ini berkembang pesat.
Beberapa pemain ‘kelas kakap’ memasuki industri ini. Iklim persaingan
di antara pabrik-pabrik besar memiliki satu dampak positif yang
cenderung menguntungkan konsumen. Persaingan mereka selalu melibatkan
proses riset untuk memperoleh produk yang lebih unggul dari pesaingnya.
Dalam kurun inilah perusahaan P&G memulai riset mereka untuk sebuah
produk yang kelak menuai sukses besar, Pampers!
Kurun waktu 60-an hingga 80-an merupakan era keemasan popok sekali
pakai. Kegandrungan orang pada produk-produk instan dan praktis punya
andil besar dalam mendongkrak popularitasnya. Banyak inovasi yang
diterapkan pada popok membuat performanya semakin baik. Persaingan
industri juga membuat harganya semakin terjangkau. Dua perusahaan
raksasa yang bersaing dalam industri ini adalah Procter & Gamble dengan Pampersnya, dan Kimberly-Clark dengan Huggies.
Beberapa fakta menarik seputar sejarah popok:
- Pada zaman purba, kebanyakan bayi di daerah tropis tidak memakai popok karena mereka biasanya telanjang. Ups!
2. Mungkin terdengar sembrono, tapi kenyataannya pada masa Elizabeth, atau masa keemasan dalam sejarah Inggris, popok bayi baru diganti setelah 4 hari! Bisa anda bayangkan? ^_^3. Ini mungkin lebih ‘ngeri’ lagi, pada masa para pionir Eropa bergerak untuk membuka koloni-koloni baru, popok yang basah jarang sekali dicuci! Ia hanya dikeringkan di dekat perapian. Pesingnya seperti apa ya..?^^Sumber-----> Dari Sini!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar